Sinopsis:
Gagasan utama buku ini berangkat dari kesadaran bahwa berbagai
krisis kontemporer—ketimpangan sosial, degradasi lingkungan,
kerentanan kesehatan masyarakat, disrupsi digital, serta persoalan
ketahanan pangan—tidak berdiri sendiri, melainkan berakar pada desain
kebijakan dan orientasi governance yang sering kali belum berpihak pada
keadilan substantif. Dalam konteks ini, krisis ekologis misalnya dipahami
bukan sekadar persoalan alam, tetapi sebagai refleksi dari krisis tata kelola
yang lahir dari keputusan politik dan orientasi pembangunan tertentu.
Buku ini juga menegaskan pentingnya menghadirkan dimensi etis
dalam tata kelola. Perspektif eko-teologi yang diangkat dalam beberapa
bagian menunjukkan bahwa pembangunan tidak cukup diukur dari
pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari keseimbangan antara manusia,
alam, dan generasi mendatang. Pendekatan ini mengingatkan bahwa
regulasi tanpa fondasi moral mudah dilonggarkan atau dinegosiasikan,
sehingga nilai seperti amanah, keadilan, dan keseimbangan perlu menjadi
ruh kebijakan publik.
Selain itu, tulisan-tulisan dalam buku ini memperlihatkan bahwa
governance menyentuh seluruh aspek kehidupan warga negara. Dalam
sektor kesehatan misalnya, angka kematian ibu yang masih tinggi menjadi
indikator kesenjangan layanan kesehatan dan ketimpangan sosial di
berbagai wilayah. Di ruang digital, pertumbuhan pengguna media sosial
yang pesat menjadikan platform daring sebagai arena pembentukan
opini, identitas, dan partisipasi publik, sekaligus memunculkan tantangan
seperti disinformasi dan polarisasi. Sementara itu, isu ketahanan pangan
menuntut reformasi kebijakan agraria, pengelolaan sumber daya
berkelanjutan, serta penguatan modal sosial masyarakat.
Keseluruhan tulisan dalam buku ini tidak dimaksudkan sebagai
jawaban final, melainkan sebagai undangan reflektif untuk menimbang
ulang arah tata kelola Indonesia. Reimaginasi governance yang
ditawarkan bukan sekadar konsep normatif, tetapi panggilan intelektual
dan moral untuk menghadirkan tata kelola yang lebih adil, inklusif,
partisipatif, dan berkelanjutan.
Akhirnya, kami berharap buku ini dapat menjadi kontribusi pemikiran
bagi akademisi, pembuat kebijakan, aktivis sosial, mahasiswa, dan
masyarakat luas yang memiliki kepedulian terhadap masa depan
Indonesia. Semoga karya ini menjadi ruang dialog kritis sekaligus
inspirasi untuk membangun tata kelola yang lebih manusiawi dan
berkeadaban.
Kata Pegantar :
Dr. Naufal, S.Ag., M.Ag.
Editor:
Dr. Noorhidayah, S.H., M.A
Penulis :
Dr. Mita Musika Lubis, S.P.,M.Si.
Wajar Bimantoro, S.Sn,M.Ds.
Dr. Nur Wakhidah, S.HI., M.H.
Dr.H.Alivermana Wiguna, M.Ag.
Dr. Tomy Michael, S.H., M.H.
Dwi Eva Nirmagustina, Ph.D.
Hj. Mariza, S.S., M.M., C. EML
Vita Kartika Sari, S.E., M.Sc.
Nurus Soimah, S.Pd., M.Ec.Dev.
Diterbitkan oleh :
YAYASAN NAULA HIPATIA AVERROUS
Halaman : 150
Ukuran : Unesco (15×23 cm)
Ketersediaan : Tersedia
Pre Order :
Harga Rp. 80.000,-
Info lebih lanjut hubungi
Contact Person :
Wa.me/+62882-0083-53051 (Admin 1-Naura Syeikha Aqila)
Wa.me/+62838-4315-9929 (Admin 2 – Adil Azmi Maulana)
—————————————–
Penerbit Yayasan Naula Hipatia Averrous
Nomer AHU-0003981. AH. 01.04.
Email : yayasannaulahipatiaaverrous@gmail.com
Sekretariat : Jalan Diponegoro No.2 RT 001/ RW 001 Desa Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah, Kode Pos 73111
Website : https://penerbitynha.apsk.or.id/

